HEROES (Catatan Kecil di Hari Pahlawan, 10 November 2009)

Diposting oleh pers anak langit uniska Kamis, 05 November 2009 1 komentar

Pada tanggal 9 Nopember 1945, pimpinan tentara Sekutu mengultimatum agar tentara Indonesia meletakkan senjata dan menyerahkan diri, selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945 pukul 06.00. Namun, ultimatum tersebut tidak dihiraukan oleh rakyat Surabaya. Bukannya patuh, mereka justru bersatu menyerang para penjajah itu dengan senjata seadanya. Meski pertempuran berjalan tidak seimbang, namun karena semangat dan tekad yang membara, arek-arek Suroboyo ini berhasil merebut kota mereka. Tidak sedikit dari mereka yang gugur. Pemerintah kemudian menetapkan tanggal 10 November sebagai "Hari Pahlawan" untuk menghargai jasa-jasa para Pahlawan Nasional yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan itu sendiri tentu saja tidak berjuang untuk mendapatkan penghargaan apapun. Karena mereka adalah orang-orang yang berbuat sesuatu untuk kepentingan orang lain tanpa pamrih, melainkan hanya memenuhi panggilan hati.

Itu juga yang menjadi makna dari hari pahlawan ini. Agar jiwa kepahlawanan tidak mati dan tetap hidup di sanubari kita, meski penjajahan sudah tak ada lagi. Kenapa? Karena pahlawan itu tetap dibutuhkan sampai kapanpun. Yaitu ketika penindasan, pembodohan, kebohongan, kehancuran, ketidakadilan, kemiskinan, dan kebobrokan lainnya terjadi, orang-orang diam saja padahal mereka mengetahuinya. Pahlawan dibutuhkan saat orang-orang semakin individualis dan tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Imam Khomenei berkata, "Orang yang diam melihat penindasan adalah lebih kejam dari penindas itu sendiri".

Pahlawan di sini bukanlah superhero seperti di film-film, seperti Power Rangers atau Ultraman, atau manusia-manusia pilihan seperti di serial HEROES yang kebetulan memiliki kemampuan super. Pahlawan adalah siapa saja yang ingin membuat dunia ini menjadi lebih baik dan berbuat sesuatu, sekecil apapun, tanpa keinginan untuk disebut sebagai pahlawan! Dan kesimpulan dari buku "Mencari Pahlawan Indonesia" yang ditulis Anis Matta adalah bahwa pahlawan itu tidak akan ada jika kita tidak mengawalinya dari diri sendiri. Seperti sabda Rasulullah, "Apabila kamu melihat kemungkaran, maka lawanlah dengan kekuasaanmu, apabila kamu tidak mampu maka dengan lisanmu, apabila tidak mampu maka dengan hatimu, dan itulah selemah-lemahnya iman". Kamu yang harus melakukannya, jangan menunggu orang lain!

Jangan hanya memikirkan diri sendiri. Berbuatlah, apa saja, untuk orang lain. Seperti yang telah dilakukan para pahlawan dan pembuat perubahan lainnya, yang menjadikan dunia semakin nyaman untuk ditempati.

Selamat hari pahlawan!*** (NF)

Hari/tanggal : Minggu/ 08 November 2009

Pukul : 08.30 WITA – selesai

Tempat : Gedung I lantai III Kampus Uniska Banjarmasin

Narasumber : 1. Prof. Dr. Muhajir Darwin, MPA (Guru Besar Kebijakan Publik UGM
Yogyakarta)
2. M. Riban Satia, S.Sos, M.Si (Walikota Palangkaraya)
3. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH, MA (LAN Samarinda)

Pendaftaran : 29 Oktober – 07 November 2009
Rp 50.000/ orang (regular)
Rp 75.000/orang (non-reguler)

Fasilitas : - Snack
- Seminar kit
- Sertifikat

Contact person : Dwi – 0852 519 8181 7
Fika - 0852 4851 3355

USAID Scholarship

Diposting oleh pers anak langit uniska 0 komentar

Pendidikan adalah salah satu poin utama dalam hubungan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat. Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, United States Agency for International Development (USAID) melalui Human Institutional Capacity Development (HICD) yang bekerja sama dengan Academy for Educational Development (AED) memberikan beasiswa bagi pemuda Indonesia untuk meraih gelar Master dan PhD. Biaya sepenuhnya ditanggung oleh USAID.

Adapun program yang ditawarkan adalah :

1. Master's Degree in Education and Human Development.
Konsentrasi studi pada Education Policy and Management, Human Development and Psychology, International Education Policy, Language and Literacy, Math and Science Education, Education Leadership, Teacher Eduation, Education Technology, Education Law, Education Finance, Curriculum and Instruction, Education Research Design, Politics in Education, Education Assessment and Testing, Special Education, Counseling.
*) Info selengkapnya lihat di www.aed.or.id

2. Master's Degree in Public Health.
Konsentrasi studi pada International Health, Epidemiology/Biostatistics, Health System Capacity Development.

3. Master's Degree in Environment Studies.
Konsentrasi studi pada Climate Change, Coastal and Marine Conservation, Pelagic Fisheries Management, Energy/Environmental Engineering.

4. Bachelor's, Master's, or PhD Degrees in Economics.
Konsentrasi studi pada Economics, Finance, Management, Accounting, Insurance, Agriculture, Agribussiness, Public Policy.
*) Info selengkapnya lihat di www.aed.or.id

Persyaratan umum :
1. Sesuai dengan bidang pekerjaan yang digeluti pelamar dan berkomitmen terhadap pembangunan Indonesia.
2. Tidak kuliah lagi minimal 5 tahun setelah lulus S1.
3. Warga negara Indonesia .
4. Mengisi formulir dan melengkapinya dengan CV, fotokopi kartu identitas, dan 1 halaman essay.
5. Menyertakan surat penunjukkan dari institusi tempat pelamar bekerja.
6. Menyertakan 3 surat rekomendasi lain selain dari orang yang memberi surat penunjukkan.
7. Menyertakan hasil tes kemampuan Bahasa Inggris (ITP TOEFL atau IELTS).

Beasiswa ini terbuka bagi siapa saja dan dari wilayah mana saja di seluruh Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut dan mendapatkan formulir pendaftaran, kirim email ke info@aed.or.id, atau unduh formulirnya di www.aed.or.id.

Kirim formulir dan persyaratan lengkap ke :
Academy for Educational Development (AED)
Wisma Nugra Santana, 16th Floor, Suite 1616,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 7-8, Jakarta 10220.

Paling lambat diterima 1 Januari 2010.***

RUMA MAIDA

Diposting oleh pers anak langit uniska 0 komentar


Sutradara : Teddy Soeriatmadja

Produser : Pieter Setiono dan L. Hermawan
Penulis Skenario : Ayu Utami
Produksi : Lamp Pictures dan Karuna Pictures
Pemain : Atiqah Hasiholan, Yama Carlos, Wulan Guritno, Nino Fernandez, Davina Hariadi, Frans Tumbuan, Imelda Soraya, Verdi Soelaiman, Henky Soelaiman, Imam Nurbowono
Rilis : 29 Oktober 2009

Sama seperti Merah Putih, Ruma Maida adalah sebuah film dengan latar belakang sejarah. Film yang diangkat dari novel karya Ayu Utami ini hadir dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Film berbiaya Rp 5,5 M ini bercerita tentang Maida (Atiqah Hasiholan), gadis idealis yang mengelola sekolah anak jalanan di sebuah bangunan tua. Sekolah ini nyaris tanpa fasilitas. Pada suatu hari, seorang pengusaha membeli bangunan itu untuk dijadikan sentra bisnis. Maida dan murid-muridnya terancam terusir. Tak ingin anak-anak kehilangan kesempatan belajar, Maida mati-matian mempertahankan sekolah itu. Dalam usaha mempertahankan sekolahnya, Maida justru menyibak misteri rumah tua tesebut. Bangunan itu adalah saksi bisu atas kisah cinta yang syahdu dan tragis antara Ishak Pahing (Nino Fernandez) dan Nani Kuddus (Imelda Soraya) di zaman penjajahan.

Meski berlatar sejarah, tidak semua tokoh dalam film ini nyata. Sebut saja Ishak Pahing dan Nani Kuddus, mereka adalah tokoh fiksi. Lewat film ini, Ayu Utami ingin mengingatkan kita untuk belajar dari sejarah dan sebuah rumah dipilih sebagai metafora Indonesia.***